Showing posts with label agama. Show all posts
Showing posts with label agama. Show all posts

July 15, 2016

BERIKUT KISAH ISTIGHFARNYA ABDULLAH BIN SULTHON. . . . . . ????

Abdullah bin Sulthon membaca istighfar ini setiap malam di bulan Rajab. Ini terjadi pada jaman Rasulullah SAW. Maka ketika Abdullah bin Sulthon meninggal tidak ada seorangpun yang hadir untuk memandikan, menyolatkan, dan melayat jenasahnya, maka turunlah malikat Jibril kepada Rasulullah SAW dan berkata. "Wahai Rasulullah, Tuhanmu memberimu salam dan mengkhususkanmu dengan kehormatan dan kemuliaan dan Tuhanmu memerintahkanmu untuk pergi ke jenasahnya Abdullah bin Sulthon, kemudian mandikanlah, kafanilah dan sholatilah." Dan kemudian berangkatlah Rasulullah SAW, beliau berjalan dengan ujung jari-jari kakinya, ketika sampai di kuburnya beliau tersenyum, maka para sahabat kagum dengan sikap Rasulullah SAW tersebut. Setelah semuanya kembali pulang, para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW mengapa engkau berjalan dengan ujung jari-jari kaki wahai Rasulullah?" Beliau menjawab,"sungguh saya melihat dari banyaknya malaikat yang sedang berkumpul sehingga hampir tidak ada tempat untuk meletakkan kaiku di tanah, kecuali untuk jari-jari kakiku" Kemudian para sahabat bertanya lagi : "Kenapa engkau tersenyum wahai Rasulullah?" Rasulullah menjawab,"sungguh aku telah melihat telaga dari surga ada di kuburnya dan di belakang telaga datang bidadari cantik-cantik yang masing-masing membawa gelas yang penuh dengan air dari telaga Kautsar, dan masing-masing berebut untuk memberi minum kepadanya, karena itu aku tersenyum. Kemudian Nabi mengajak para sahabat: "Mari kita ke rumah Abdullah bin sulton dan bertanya kepada istrinya tentang apa yang dikerjakan suaminya di masa hidupnya."

Sesampai di depan rumahnya yang dalam keadaan tertutup, mereka mengetuk pintu, maka istri Abdullah bin Sulthon berkata,"Siapakah yang mengetuk pintu rumahnya orang fasik, pendusta?" Para sahabat berkata : "Wahai ibu yang baik, bukalah imamnya para Rosul, dan Nabi terakhir" Maka dibukalah pintu itu lalu ditanyakan pada istrinya tentang tingkahlaku suaminya dan apa saja yang dikerjakan sewaktu hidupnya. Perempuan itu menjawab, "Wahai Rasulullah saya tidak pernah melihat, tapi saya melihat bila datang bulan Rajab dia membaca Istighfar ini saya menjadi hafal. Nabi memerintahkan kepada Sayyidina Ali Kw menulis, setelah ditulis maka Rasulullah SAW bersabda : "Barangsiapa membaca Istighfar ini dan meletakkan di rumahnya atau diletakkan di benda lainnya (peci, sabuk, baju) maka Allah SWT memberi pahala kepadanya seperti pahalanya 1000 orang yang jujur, pahala 80.000 haji, pahala 80.000 masjid, pahala 80.000 yang minum air dari telaga kautsar, pahala 80.000 malaikat yang mulia, pahala 80.000 orang yang ahli ibadah, pahala 7 langit dan 7 bumi, pahala 8 pintu surga, pahala Arsy dan kursi, pahala Laukh dan qolam dan pahala Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, bin Maryam, dan Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah SAW bersabda,"Brangsiapa yang membaca Istighfar ini maka Allah SWT membangunkan untuknya 80.000 istana yang setiap kamarnya ada 80.000 bidadari yang cantik-cantik, di atas kepala bidadari ada pohon menaunginya selebar dunia seisinya. Barangsiapa membaca Istighfar ini 4X selama hidupnya maka sesungguhnya Allah SWT memberikan pahala Mekkah, Madinah, dan Baitul Maqdis. Apabila orang tersebut mati pada malam atau siang hari pada waktu  membaca Istighfar ini, maka Allah SWT memerintahkan 80.000 malaikat untuk mengiringi jenazahnya dan memohonkan ampunan untuknya, dan Allah SWT memudahkannya dalam pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir. Allah SWT membukakan dalam kuburnya pintu ke surga dan akan datang bidadari yang cantik dengan membawa mangkuk berisi air dari telaga Kautsar, maka tatkala bangun dari kubur pada hari kiamat, wajahnya bersinar melebihi sinar bulan. Penduduk Magtsar berkata,"inikah nabi, inikah Rasul, inikah malaikat yang dengan Allah SWT" Maka diucapkanlah,"Bukan, ini adalah salahsatu hamba Allah SWT dari bani Adam yang dimuliakan Allah SWT sebab BAROKAH bacaan Istighfar." kemudian didatangkanlah Burouq yang dinaikinya dan berjalan menuju pintu surga tanpa hisab. Nabi Muhammad SAW bersabda : "Barangsiapa membaca istighfar ini tidak akan didekati ular, kalajengking, srigala, dan sesuatu yang mencelakakannya dan selamat dari mati mendadak, selamat dari orang-orang dzalim, penpu orang hasut, perbuatan ahli sihir, orang yang kejam dan fasik, Allah SWT akan melihatnya dengan pandangan rahmat dan selamt dari jin, orang durhaka, setan-setan dan seluruh hal yang mencelakakannya. Inilah Istighfarnya :

استغفِر الله، استغفر الله، استففر الله العظيم الّذى لا اله الّا هو الحي القيّوم وأتوب اِليه من حميع مااكرهه قولا وفعلا حاَ ضرا وغائبًا. اللهم إنّي استغفرك لما قدّمتُ واخّرتُ وما اعلنت وما انت اعلم به منّي انت المقدّم وانت المؤخّر وانت على كل شيئ قدير. اللهم إنّي استغفرك من كل ذنب تبت منه ثمّ عدت اليه استغفرك لما أردت به وجهك الكريم فخالطني فيه ما ليس لك به رضا واستغفرك لما دعاني اليه الهوى من قبل فيما اشتبه عليّ وهو عندك محرّم واستغفرك من النعم التي انعمت بها علي فاستعنت بها على معاصيك واستغفرك من الذنوب التي لايطّلع عليها احد سواك ولا ينجّي منها الا عفوك واستغفرك من كل يمين حنثت فيه وهم عند محرم وانا موآخذ به واستغفرك لا اله الا انت يا عالم الغيب والشهادة من كل سيئة عملتها في سواد الليل وبياض النهار وفي فلا وملا قولا وفعلا انت ناظر إليّ اذا كتمته وترى ما اتيته من العصيان ياكريم يامنان ياحليم واستغفرك لا اله الا انت سبحانك إني كنت من الظالمين واستغفرك من كل فريضة وجبت علي في أنآء الليل واطراف النهار وتركتها سهوا او غفلة او خطأ وا…نا مسؤل بها واستغفرك من كل سنة من سنن سيد المرسلين وخاتم النبيين سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وتركتها سهوا او غفلة او خطأ اوتهاونا فإني استغفرك يآ الله يآ الله لا اله الا انت سبحانك إني كنت من الظالمين. لا اله الا انت يا رب العالمي انت ربي لا اله الا انت وحدك لا شريك لك سبحانك يارب العالمين وانت على كل شيئ قدير. ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم وصلى الله علي سيدنا محمد النبيّ الأميّ وعلى آله وصحبه اجمعين. سبحان ربك رب العزة عما يصفون وسلام على المرسلين وسلام على المرسلين والحمد لله رب العالمين
Sumber : Dari kitab Majmu'atul Mubarakah : ini telah diijazahkan oleh Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali Yahya, Pekalongan kepada penerjemah Habib Umar Al-Athos.

Semoga bermanfaat AAMIIN.

July 14, 2016

Sayid Ustman bin Yahya, Ulama yang Faqih dan Mutakallim dari Petamburan. TOLONG DI SHARE

Assalamualaikum ssahabat JALANAMPUH. Pada kesempatan ini saya akan sedikit membagikan ULAMA yang meilliki karismatik, berikut penjelasannya.  Kalau ada kitab tua sedang dibaca lansia berpakaian santri di Jakarta, maka kitab itu tidak lain adalah karya Sayid Usman bin Yahya. Karya-karya belioau Sayid Usman sangat terkenal di kalangan masyarakat Jakarta. Karya yang mengajarkan doa, fiqih, tajwid, dan juga aqidah, menjadi panduan praktis pengamalan agama Islam untuk masyarakat.
Karyanya yang dicetak dan beredar di kalangan masyarakat luas, umumnya berbahasa Arab Melayu atau Arab Pegon. Doa-doa dan kutipan berbahasa Arab juga umumnya diterjemahkan dengan terjemahan gantung yang juga berbahasa Arab Melayu.

Sayid Usman itu orang alim. Kalau dia menulis kitab Sifat Dua Puluh itu, tentunya dia sudah membaca kitab-kitab yang besar-besar. Untuk mengajarkan kitab-kitabnya, seorang guru pun harus juga sudah membaca atau mengaji kepada guru-guru yang lebih alim,” kata KH Hasbullah (87) Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Awal Desember 1822 M, Sayid Usman lahir di Pekojan. Ayahnya bernama Sayid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya. Ibunya bernama Aminah binti Syekh Abdurrahman Al-Mishri yang tidak lain salah seorang ulama terkemuka di zamannya. Sejak kecil ia gemar menuntut ilmu. Menginjak usia remaja, ia menunaikan ibadah haji di Mekkah lalu bertahan di sana selama 7 tahun. Di sana ia mengaji kepada ayahnya sendiri dan mufti Mekkah bermadzhab Syafi’i Sayid Ahmad Zaini Dahlan.

Pada 1848 M Sayid Usman bergerak menuju Hadhramaut. Di negeri ini ia berguru kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahar, Syekh Abdullah bin Husein bin Thahir, dan Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri. Lepas dari Hadhramaut, ia melanglang buana mengejar ilmu ke sejumlah negeri. Sayid Usman mengunjungi antara lain Mesir, Tunis, Istambul, Persia, dan Syiria, (Ulama Betawi, Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20, Ahmad Fadli HS).

Pada 1862 M, Sayid Usman tiba di tanah air. Belanda mengangkatnya sebagai mufti di Jakarta, menggantikan Syekh Abdul Ghani yang usianya semakin lanjut. Kecuali itu, ia diangkat Belanda sebagai adviseur honorer untuk urusan Arab di kantor Voor Inlandsche Zaken pada 1899 M. Di sini ia sebagai penasihat pemerintah Kolonial untuk urusan agama, bergaul dengan Snouck Hurgronye, KF Holle, dan LWC Van den Berg.

Atas jasanya, pemerintah kolonial Belanda menyematkan bintang penghargaan sebagai tanda jasa pemerintah terhadapnya. Sayid Usman juga mendapat honor bulanan sebesar 100 gulden, hanya 1/7 dari gaji yang diterima Snouck.

Selama hidup, Sayid Usman aktif berdakwah melalui media ceramah dan menulis. Ia membuka majelis hadir di kediamannya di bilangan Petamburan. Sementara produktivitasnya tidak perlu disangkal. Karyanya banyak sekali dicetak dan menjadi rujukan Bergama masyarakat Jakarta karena menggunakan bahasa masyarakat, Arab Melayu.

Kecuali itu, Sayid Usman tidak jarang terlibat polemik terbuka dengan ulama lain misalnya dengan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau perihal dua masjid di Palembang. Polemiknya diwujudkan dalam bentuk sebuah karya untuk menjawab atau mementahkan pandangan ulama lain dengan dasar argumentasi yang kuat.

Sayid Usman sendiri dikenal sebagai seorang faqih dan mutakallim yang memandang segala sesuatunya dari sudut disiplin Fiqih dan Ilmu Kalam. Untuk itu, sikapnya terhadap tarekat cenderung ketat. Ia hanya mengakui tarekat-tarekat muktabarah yang sesuai syariah saja seperti tarekat yang diajarkan Syekh Junaid Al-Baghdadi, Sadatul Alawiyin, Ghazaliyah, Qadiriyah, Naqshabandiyah, Khalwatiyah, juga Rifa’iyah.

Menyadari rendahnya pemahaman agama umumnya masyarakat, Sayid Usman melarang pelajaran taswuf di kalangan awam. Pasalnya dapat membawa kemudaratan atau salah paham. Begitu juga dengan ilmu Kalam. Dengan mengutip Az-Zawajir karya Ibnu Hajar, Ia dalam Sifat Dua Puluh-nya melarang keras orang belajar ilmu Kalam terlampau tinggi karena khawatir tergelincir paham.

Namun demikian Sayid Usman mengambil sikap penolakan nyata terhadap paham Wahabi dan penyebaran pahamnya. Menurut Fadli HS, Sayid Usman juga sangat anti gerakan Wahabi dan menganggap gerakan itu sangat radikal. Dalam bukunya Mustika Pengaruh buat Menyembuhkan Penyakit Keliru, ia berpendapat bahwa kaum Wahabi adalah paling berdusta.

Sayid Usman sangat berjasa dalam peningkatan pemahaman masyarakat Betawi khususnya terhadap ilmu syariah melalui karya tulisnya yang berbahasa Arab Melayu. Tidak kurang dari 120 karyanya dicetak dan disebarluaskan. Sebagian darinya berbahasa Arab. Karyanya menyentuh pelbagai isu yang berkembang di masyarakat mulai dari kisah Rasul, aqidah, fiqih haji, fiqih sembahyang, adab di rumah tangga, kumpulan doa keseharian, tajwid, gramatika, Falak, kamus, geografi, silsilah para nabi, hukum perkawinan, silsilah Alawiyah, tarekat-tarekat muktabarah, dan isu lainnya.

Karyanya seperti Sifat Dua Puluh, Babul Minan, Maslakul Akhyar, Irsyadul Anam hingga kini masih dibaca oleh para orang tua di Jakarta. Bahkan kitab Zuhral Basim yang memuat kisah hidup Nabi Muhammad SAW hingga dibaca setiap kali peringatan maulid atau Isra di langgar-langgar di Jakarta. Muridnya yang kemudian menjadi ulama besar ialah Guru Mughni Kuningan dan Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Sayid Usman dipanggil Allah pada pertengahan Januari 1914 M dan dikebumikan di TPU Karet. Pada masa Orde Baru makamnya kena gusur. Pihak kerabat memindahkannya ke sisi selatan masjid Al-Abidin, Sawah Barat, Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan/NU Online)
____________________________

Tulisan ini diambil dari buku 100 Ulama Nusantara terbitan Lembaga Takmir Masjid PBNU, tahun 2015

Semoga bermanfaat bagi kita aamiin

July 08, 2016

SIAP ATAU TIDAK PASTI MATAHARI TIDAK AKAN TERBIT, dan dunia ini akan berakhir TOLONG DI SHARE

Siap atau Tidak Suatu hari semuanya pasti akan berakhir. Tidak akan ada matahari terbit, tidak ada menit, jam ataupun hari
Semua materi yang dikumpulkan Kekayaan, ketenaran dan kekuasaan
Tidak akan berarti dimata Tuhan
Sehingga tidak akan penting lagi segala sesuatu yang pernah dimiliki atau yang pernah dengan bangga dikuasai
Segala macam rasa dendam, dengki frustasi dan juga rasa iri hati pada akhirnya akan hilang tiada arti
Begitu pula Kemenangan dan kekalahan yang dahulu sangat penting akan lenyap
Tidak berarti lagi darimana kita berasal
Tidak berarti lagi apakah kita cantik atau brillian
Tidak berarti lagi apakah kita pernah
menjadi pujaan.


.


Jadi apakah yang akan berarti?
Yang kemudian berarti..
Bukan apa yang kita beli
Namun apa yang kita bangun
Bukan apa yang kita peroleh
Tapi apa yang kita berikan
Yang kemudian berarti bukanlah apa yang kita pelajari
Namun apa yang sudah kita ajarkan
Bukanlah kemampuan yang kita miliki
Namun karakter yg kuat & penuh kelembutan hati
.
Yang kemudian berarti bukan seberapa banyak orang yang Kita kenal
Namun seberapa banyak yang akan
merasakan kehilangan, ketika kita pergi meninggalkan dunia yang tak abadi ini
Yang kemudian berarti bukanlah yang kita kenang
Namun kenangan tentang diri kita
Yang terus hidup dalam hati mereka
Yang menyayangi kita, Sahabat,
Yang kemudian berarti adalah
Seberapa lama kita akan diingat oleh siapa dan bagaimana kita dikenang.
.
Maka tentukan pilihan2 terbaik dalam hidup kita
Agar kita bisa pergi dengan tenang dan tersenyum
Agar kita bisa menghadap kepada
Tuhan tanpa penyesalan.


Semoga bermanfaat,

July 06, 2016

BACA JIKA INGIN SELAMAT MULUT ANDA.Sungguh nilai dan kwalitas seseorang bisa diketahui dari bahasa yang keluar dari mulutnya

Bismillah... "ANTA MAA TAQUULU"
(kamu' apa yang keluar dari mulutmu).


 lidah tak bertulang itulah kata pepatah, karena lidah tak bertulang banyak orang mengeluarkan kata-kata sesuka hatinya hingga tak perdulikan dia yang dikata, maka berhati-hatilah dengan lidah anda karena lidah sangat mudah mengeluarkan kata-kata yang tak patut, maka dari itu saya mengejak anda untuk memperbaiki kata-kata yang tak pantas untuk di keluarkan dari mulut kita, 

Sungguh nilai dan kwalitas seseorang bisa diketahui dari bahasa yang keluar dari mulutnya. Kalau ia berIMAN dan berILMU, maka yang keluar kalimat hikmah, sopan, santun, mulia, sejuk, damai tanpa kehilangan ketegasan dan keberaniannya dalam haq kebenaran (QS Al Ahzab 70 - 71).
Sebaliknya kalau lemah Iman, atau tidak beriman, kurang ilmu maka yang keluar hujatan, sampah, kotoran, binatang dsb. Dan itu menunjukkan nilai dirinya.
"Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela" (QS Al Humazah)
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dg terus terang...(QS An Nisa 4). Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah murka kepada orang yang berperangai jahat dan berlidah kotor" (HR Titmidzi).
Karena itulah posisi mulut diantara dua mata, dua telinga dan dibawah kening artinya lihat lihat dulu, dengar dengar dulu, fikirkan baik baik, baru ucapkan dengan kalimat yang tepat, tegas, benar, santun dan mulia.
So think first before you speak because you are what you speak.
Allahumma ya Allah tancapkan dihati kami kekuatan iman dan hiasilah hidup kami dengan keindahan lisan. aamiin.
(Ustadz Muhammad Arifin Ilham).
Semoga Bermanfaat.

July 05, 2016

Ramadhan dan Prahara Rumah Tangga. THR. TOLONG DI SHARE

 Rumah tangga adalah sebuah IDAMAN para semua manusia, tak terkecuali dengan saya yang masih sendiri rasanya tentu ingin cepat-cepat berumah tangga yang di hiasi oleh indahnya SAKINAH MAWADAH WA RAMAH, penuh dengan kesiataan yang sudah kita janjikan dulu.
Tapi semuah orang tidak mau rumah tangganya hancur begitu saja oleh esalah secuil.

Harusnya ramadhan ini diisi dengan kebersamaan, namun nyatanya banyak keluarga yang cerai berai karena istri banyak menuntut hak suami dari pada memberi kewajiban, yang ada adalah THR di depan mata.
Harusnya ramadhan ini penuh kebahagiaan bersama keluarga, suami bahagia bersama istri dan istri bahagia bersama suami dan keluarga tercinta. Namun yang ada, suami malu pulang kerumah karena belum bisa memberikan nafkah lebih menjelang lebaran tiba dan istri murung durja karena tak jua suami memberi nafkah tambahan untuk beli baju dan perlengkapannya.

.
Harusnya ramadhan ini adalah bulan penuh pesona, namun yang ada justru saling menyalahkan antara suami dan istri hanya gara-gara melihat tetangga yang sudah beli semua perlengkapan walau lebaran belum tiba.
Harusnya ramadhan ini adalah bulan penuh maaf antar keluarga, namun yang ada justru banyak pasangan yang saling sakit hati karena merasa tidak tercukupi apa yang ia minta. Istri banyak menuntut dan suami tak lagi bisa dianut!
Tiap ramadhan tiba, fenomena terus berulang. Keluarga bukan tambah bijaksana, namun justru bertambah tuntutannya. Tak jarang banyak keluarga kandas hanya karena mengedepankan Nafsu Dunia dari pada harus saling menerima kekurangan Nafkah dan mencari solusi untuk bahagia dengan APA YANG MEREKA PUNYA!
.
Mari..jadikan RAMADHAN ini bulan penuh berkah, memperbaiki keretakan antar keluarga, membangun cinta kasih yang telah bertabur syak wasangka dan menjalin kembali asmara yang terkoyak fatamorgana dunia di luar keluarga.
.
Semoga Allah menyatukan hati suami-istri dan keluarga yang tercerai berai karena mengedepankan ego semata. Aamiin.
 

SEMOGA BERMANFAAT AAMIIN

AKHIR BULAN RAMADHAN, SEMOGA KITA MENDAPATKAN PAHALA YANG SUDAH KITA LAKUKAN

assalamuallaikum sahabat jalanampuh. sudah kita jalani bulan Rahamdhan ini di ujung bulan semoga di penghujung bulan ini kita mendapatkan pahala yang sudah kita lalunya.

Bergulirnya waktu tak terasa telah menghantarkan kita di penghujung bulan suci Ramadhan. Tamu agung itu kini akan berpamitan meninggalkan kita dengan sejuta pelajaran dan kebaikan sebagai hadiah terbaik bagi kita semua. Deraian air mata kerinduan karena perpisahan dengan tamu agung ini dirasakan oleh umat Islam di seluruh penjuru, sebagaimana para sahabat meneteskan air mata kesedihan karena takut tidak bisa bertemu kembali dengan bulan yang penuh keberkahan.
.
Andai Ramadhan bisa berpesan pada kita, maka inilah yang mungkin akan disampaikannya:
Pesan pertama: setelah aku pergi, jangan kau lupakan aku (puasa) karena aku akan datang kembali menghampirimu selama 6 hari di bulan Syawal itu tiada lain agar aku dan kamu senantiasa dekat, aku akan lebih dekat lagi ketika kau melaksanakan puasa Senin dan Kamis, atau puasa ayyâmul baidh (tanggal 13,14, dan 15 setiap bulan qamariyah), puasa Arafah, puasa Asyura, bahkan Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan puasa Daud (sehari berpuasa sehari berbuka). Itu semua tiada lain agar kau selalu mengingatku, sehingga aku pasti menunggumu di pintu ar Rayyân.
.
Pesan kedua: setelah aku pergi, jangan kau biarkan kitab suci Alquran bersampulkan debu, buatlah jadwal agar kamu bisa tetap membacanya seperti sediakala ketika aku ada bersamamu.
Ketahuilah bahwa Alquran itu salah satu gizi hatimu, dan Alquran merupakan salah satu yang dapat memberimu syafaat kelak. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Puasa dan Alquran itu akan memberikan syafa’at kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa’at untuknya.’ Sedangkan Alquran akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka perkenankanlah aku memberikan syafa’at untuknya.’ Maka Allah SWT memperkenankan keduanya memberikan syafa’at.” (HR Imam Ahmad dan Ath-Thabrani).
.
Pesan ketiga: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan shalat malam walaupun kamu sanggup hanya melakukan beberapa rakaat saja, sungguh shalat malam mampu mendekatkanmu dengan Raja-ku.
.
Pesan keempat: setelah aku pergi, jangan kau tinggalkan kebaikan-kebaikan yang sudah kamu laksanakan di saat aku ada di sisimu, ketahuilah bahwasanya Raja-ku senantiasa mencintai satu amalan kebaikan yang dilakukan tanpa henti walaupun itu sedikit. Sebagaimana sebuah hadis dari ’Aisyah RA, beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda ”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR Muslim).
.
Pesan kelima: saat aku pergi, duhai kasihku Muslimah jangan kau lepaskan kembali jilbabmu, karena di situ kehormatan dan kemuliaanmu terjaga, jangan kau memakainya karena aku, tapi pakailah ia karena Raja ku.
.
Pesan terakhir: Kun Rabbâniyyan walâ takun Ramadhâniyyan, jadilah kau insan yang senantiasa beribadah kepada Allah, jangan kau beribadah hanya dibulan Ramadhan saja, karena sungguh Allah itu Tuhan di seluruh waktu kita.
Wallahu A’lam.
 

Semoga dengan artikel di atas kita mendapat sepucuk kebaikan yang begitu mulyanya. AAMIIN

July 04, 2016

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani saat Umat Saling Mengkafirka

Assalamuallaikum. Kali ini saya akan berbagi kisah tentang Syekh Abdul Qadir Al-jailani yang insya allah bermanfaat bagi kita. Aamiin
Negeri Baghdad sedang mengalami kekacauan. Umat Islam terpecah belah. Para tokoh Islam menjadikan khutbah Jum’at sebagai ajang untuk saling mengkafirkan. Di saat bersamaan, seorang Abdul Qadir Al-Jailani muda diamanati oleh gurunya, Syekh Abu Sa’ad Al-Muharrimi untuk meneruskan dan mengembangkan madrasah yang telah didirikannya.<>

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani lalu berpikir bahwa perpecahan di antara umat Islam adalah akar masalah pertama yang harus segera disikapi, ilmu pengetahuan tidak pada posisinya yang benar jika hanya digunakan sebagai dalih untuk saling menyesatkan di antara sesama saudara.
Di tengah kegelisahannya atas keadaan umat Islam pada saat itu, Syekh Abdul Qadir Al-Jailani berniat untuk menemui setiap tokoh dari masing-masing kelompok, niat memersatukan umat Islam tersebut ia lakukan dengan sabar dan istiqomah, meskipun hampir dari setiap orang yang dikunjunginya justru menolak, mengusir, atau bahkan berbalik memusuhinya.
Syekh Abdul Qadir Al-Jailani tetap teguh kepada prinsipnya, bahwa perpecahan Islam di sekitarnya tidak bisa didiamkan, melalui madrasah yang sedang dikembangkannya, dia mulai melakukan penerimaan murid dengan tanpa melihat nama kelompok dan status agama.
Lama kelamaan para tokoh Islam yang secara rutin dan terus menerus ditemuinya mulai tampak suatu perubahan, nasihat-nasihatnya yang lembut dan santun membuat orang yang ditemuinya berbalik untuk berkunjung ke madrasah yang diasuhnya, padahal usia mereka 40 tahun lebih tua dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani.
Hasil yang mewujud itu belum memberikan kepuasan bagi sosok yang kelak dikenal sebagai Sultonul Awliya–raja para wali- ini, dikarenakan permusuhan antar sesama kelompok Islam pada saat itu masih berlangsung, hingga pada suatu ketika, beberapa tokoh Islam sengaja ia kumpulkan di sebuah majlis madrasah tersebut, kemudian dia berkata:
“Kalian ber-Tuhan satu, bernabi satu, berkitab satu, berkeyaknan satu, tapi kenapa dalam berkehidupan kalian bercerai-berai? Ini menunjukkan bahwa hati memang tak mudah menghadap kepada Tuhan,”
Sontak seluruh tamu saling merasa bersalah, kemudian saling meminta maaf, dan persatuan umat Islam yang dicita-citakan salah satu tokoh besar Islam ini benar-benar terwujud.

Sobih Adnan
Disarikan dari ceramah Syekh Fadhil Al-Jailani, keturunan Syekh Abdul Qadir Al-Jailani di Pesantren Kempek Cirebon, Jum’at 21 Juni 2013.
Semoga dengan artikel ini kita tidak mudah untuk mengkafirkan orang lain.

Kisah Teladan Mbah Hasim Asy' Ari Kesan Akhlak dan Kecerdasan Beliau: Silakan Di baca

Pernah terjadi dialog yang mengesankan antara dua ulama besar, KH Muhammad Hasyim Asy’ari dengan KH Cholil Bangkalan, gurunya. “Dulu saya memang mengajar Tuan. Tapi hari ini, saya nyatakan bahwa saya adalah murid Tuan,” kata Mbah Cholil, begitu Kyai dari Madura ini populer dipanggil.
Kyai Hasyim menjawab, “Sungguh saya tidak menduga kalau Tuan Guru akan mengucapkan kata-kata yang demikian. Tidakkah Tuan Guru salah raba berguru pada saya, seorang murid Tuan sendiri, murid Tuan Guru dulu, dan juga sekarang. Bahkan, akan tetap menjadi murid Tuan Guru selama-lamanya.”

Tanpa merasa tersanjung, Mbah Cholil tetap bersikeras dengan niatnya. “Keputusan dan kepastian hati kami sudah tetap, tiada dapat ditawar dan diubah lagi, bahwa kami akan turut belajar di sini, menampung ilmu-ilmu Tuan, dan berguru kepada Tuan,” katanya. Karena sudah hafal dengan watak gurunya, Kyai Hasyim tidak bisa berbuat lain selain menerimanya sebagai santri.
Lucunya, ketika turun dari masjid usai shalat berjamaah, keduanya cepat-cepat menuju tempat sandal, bahkan kadang saling mendahului, karena hendak memasangkan ke kaki gurunya.
Sesungguhnya bisa saja terjadi seorang murid akhirnya lebih pintar ketimbang gurunya. Dan itu banyak terjadi. Namun yang ditunjukkan Kyai Hasyim juga KH Cholil Bangkalan adalah kemuliaan akhlak. Keduanya menunjukkan kerendahan hati dan saling menghormati, dua hal yang sekarang semakin sulit ditemukan pada para murid dan guru-guru kita.
Mbah Cholil adalah Kyai yang sangat termasyhur pada jamannya. Hampir semua pendiri NU dan tokoh-tokoh penting NU generasi awal pernah berguru kepada pengasuh sekaligus pemimpin Pesantren Kademangan, Bangkalan, Madura, ini.
Sedangkan Kyai Hasyim sendiri tak kalah cemerlangnya. Bukan saja ia pendiri sekaligus pemimpin tertinggi NU, yang punya pengaruh sangat kuat kepada kalangan ulama, tapi juga lantaran ketinggian ilmunya. Terutama, terkenal mumpuni dalam ilmu Hadits. Setiap Ramadhan Kyai Hasyim punya ‘tradisi’ menggelar kajian hadits Bukhari dan Muslim selama sebulan suntuk. Kajian itu mampu menyedot perhatian ummat Islam.
Maka tak heran bila pesertanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mantan gurunya sendiri, KH Cholil Bangkalan. Ribuan santri menimba ilmu kepada Kyai Hasyim. Setelah lulus dari Tebuireng, tak sedikit di antara santri Kyai Hasyim kemudian tampil sebagai tokoh dan ulama kondang dan berpengaruh luas. KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH R As’ad Syamsul Arifin, KH Wahid Hasyim (anaknya) dan KH Achmad Shiddiq adalah beberapa ulama terkenal yang pernah menjadi santri Kyai Hasyim.
Tak pelak lagi pada abad 20 Tebuireng merupakan pesantren paling besar dan paling penting di Jawa. Zamakhsyari Dhofier, penulis buku ‘Tradisi Pesantren’, mencatat bahwa pesantren Tebuireng adalah sumber ulama dan pemimpin lembaga-lembaga pesantren di seluruh Jawa dan Madura. Tak heran bila para pengikutnya kemudian memberi gelar Hadratus-Syaikh (Tuan Guru Besar) kepada Kyai Hasyim.
Mengambil Cincin Gurunya dari Lubang WC
Salah satu rahasia seorang murid bisa berhasil mendapatkan ilmu dari gurunya adalah taat dan hormat kepada gurunya. Guru ada lah orang yang punya ilmu. Sedangkan murid adalah orang yang mendapatkan ilmu dari sang guru. Seorang murid harus berbakti kepada gurunya. Dia tidak boleh membantah apalagi menentang perintah sang guru (kecuali jika gurunya mengajarkan ajaran yang tercela dan bertentangan dengan syariat Islam maka sang murid wajib tidak menurutinya). Kalau titah guru baii, murid tidak boleh membantahnya.
Inilah yang dilakukan Kyai Hasyim Asy’ari (Pendiri Nahdlatul ‘Ulama). Beliau nyantri kepada KH Cholil Bangkalan, Bangkalan. Di pondok milik Kyai Kholil, Kyai Hasyim dididik akhlaknya. Saban hari, Kyai Hasyim disuruh gurunya angon (merawat) sapi dan kambing. Kyai Hasyim disuruh membersihkan kandang dan mencari rumput. Ilmu yang diberikan Kyai Kholil kepada muridnya itu memang bukan ilmu teoretis, melainkan ilmu pragmatis. Langsung penerapan.
Sebagai murid, Kyai Hasyim tidak pernah ngersulo (mengeluh) disuruh gurunya angon sapi dan kambing. Beliau terima titah gurunya itu sebagai khidmat (penghormatan) kepada guru. Beliau sadar bahwa ilmu dari gunya akan berhasil diperoleh apabila sang guru ridlo kepada muridnya. Inilah yang dicari Kyai Hasyim, yakni keridoan guru. Beliau tidak hanya berhadap ilmu teoretis dari Kyai Kholil tapi lebih dari itu, yang diinginkan adalah berkah dari KH Cholil Bangkalan.
Kalau anak santri sekarang dimodel seperti ini, mungkin tidak tahan dan langsung keluar dari pondok. Anak santri sekarang kan lebih mengutamakan mencari ilmu teoretis. Mencari ilmu fikih, ilmu hadits, ilmu nahwu shorof, dan sebagainya. Sementara ilmu “akhlak” terapannya malah kurang diperhatikan.
Suatu hari, seperti biasa Kyai Hasyim setelah memasukkan sapi dan kambing ke kandangnya, Kyai Hasyim langsung mandi dan sholat Ashar. Sebelum sempat mandi, Kyai Hasyim melihat gurunya, Kyai Kholil termenung sendiri. Seperti ada sesuatu yang mengganjal di hati sang guru. Maka diberanikanlah oleh Kyai Hasyim untuk bertanya kepada Kyai Kholil.
“Ada apa gerangan wahai guru kok kelihatan sedih,” tanya Kyai Hasyim kepada KH Cholil Bangkalan.
” Bagaimana tidak sedih, wahai muridku. Cincin pemberian istriku jatuh di kamar mandi. Lalu masuk ke lubang pembuangan akhir (septictank),” jawab Kyai Kholil dengan nada sedih.
Mendengar jawaban sang guru, Kyai Hasyim segera meminta ijin untuk membantu mencarikan cincin yang jatuh itu dan diijini. Langsung saja Kyai Hasyim masuk ke kamar mandi dan membongkar septictank (kakus). Bisa dibayangkan, namanya kakus dalamnya bagaimana dan isinya apa saja. Namun Kyai Hasyim karena hormat dan sayangnya kepada guru tidak pikir panjang. Beliau langsung masuk ke septictank itu dan dikeluarkan isinya. Setelah dikuras seluruhnya, dan badan Kyai Hasyim penuh dengan kotoran, akhirnya cincin milik gurunya berhasil ditemukan.
Betapa riangnya sang guru melihat muridnya telah berhasil mencarikan cincinnya itu. Sampai terucap doa: “Aku ridho padamu wahai Hasyim, Kudoakan dengan pengabdianmu dan ketulusanmu, derajatmu ditinggikan. Engkau akan menjadi orang besar, tokoh panutan, dan semua orang cinta padamu”.
Demikianlah doa yang keluar dari KH Cholil Bangkalan. Karena yang berdoa seorang wali, ya mustajab. Tiada yang memungkiri bahwa di kemudian hari, Kyai Hasyim menjadi ulama besar. Mengapa bisa begitu? Disamping karena Kyai Hasyim adalah pribadi pilihan, beliau mendapat “berkah” dari gurunya karena gurunya ridho kepadanya.
Semoga kisah biau menjadikan inspirasi bagi kita aamiin.

July 03, 2016

Peran Mbah Hasyim As'ari dalam Kemerdekaan Indonesia

Sejarah mbah Hasim Asy'Ari tentu bukan hanya buat islam saja tapi beliau juga adalah pahlawan dalam membela tanah air kita Indonesia. Maka dari itu beliau dijuluki sebagai Sang Kyai.
Perjuangan dan Penjajahan Karena pengaruhnya yang demikian kuat itu, keberadaan Kyai Hasyim menjadi perhatian serius penjajah. Baik Belanda maupun Jepang berusaha untuk merangkulnya. Di antaranya ia pernah dianugerahi bintang jasa pada tahun 1937, tapi ditolaknya. Justru Kyai Hasyim sempat membuat Belanda kelimpungan. Pertama, ia memfatwakan bahwa perang melawan Belanda adalah jihad (perang suci). Belanda kemudian sangat kerepotan, karena perlawanan gigih melawan penjajah muncul di mana-mana. Kedua, Kyai Hasyim juga pernah mengharamkan naik haji memakai kapal Belanda. Fatwa tersebut ditulis dalam bahasa Arab dan disiarkan oleh Kementerian Agama secara luas. Keruan saja, Van der Plas (penguasa Belanda) menjadi bingung. Karena banyak ummat Islam yang telah mendaftarkan diri kemudian mengurungkan niatnya.
Namun sempat juga Kyai Hasyim mencicipi penjara 3 bulan pada l942. Tidak jelas alasan Jepang menangkap Kyai Hasyim. Mungkin, karena sikapnya tidak kooperatif dengan penjajah. Uniknya, saking khidmatnya kepada gurunya, ada beberapa santri minta ikut dipenjarakan bersama Kyainya itu.
Masa awal perjuangan Kyai Hasyim di Tebuireng bersamaan dengan semakin represifnya perlakuan penjajah Belanda terhadap rakyat Indonesia. Pasukan Kompeni ini tidak segan-segan membunuh penduduk yang dianggap menentang undang-undang penjajah. Pesantren Tebuireng, Jombang pun tak luput dari sasaran represif Belanda.
Pada tahun 1913 M., intel Belanda mengirim seorang pencuri untuk membuat keonaran di Tebuireng. Namun dia tertangkap dan dihajar beramai-ramai oleh santri hingga tewas. Peristiwa ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk menangkap Kyai Hasyim dengan tuduhan pembunuhan.
Dalam pemeriksaan, Kyai Hasyim yang sangat piawai dengan hukum-hukum Belanda, mampu menepis semua tuduhan tersebut dengan taktis. Akhirnya beliau dilepaskan dari jeratan hukum.
Belum puas dengan cara adu domba, Belanda kemudian mengirimkan beberapa kompi pasukan untuk memporak-porandakan pesantren yang baru berdiri 10-an tahun itu. Akibatnya, hampir seluruh bangunan pesantren porak-poranda, dan kitab-kitab dihancurkan serta dibakar. Perlakuan represif Belanda ini terus berlangsung hingga masa-masa revolusi fisik Tahun 1940an.
Pada bulan Maret 1942, Pemerintah Hindia Belanda menyerah kepada Jepang di Kalijati, dekat Bandung, sehingga secara de facto dan de jure, kekuasaan Indonesia berpindah tangan ke tentara Jepang. Pendudukan Dai Nippon menandai datangnya masa baru bagi kalangan Islam. Berbeda dengan Belanda yang represif kepada Islam, Jepang menggabungkan antara kebijakan represi dan kooptasi, sebagai upaya untuk memperoleh dukungan para pemimpin Muslim.
Salah satu perlakuan represif Jepang adalah penahanan terhadap Hadratus Syaikh beserta sejumlah putera dan kerabatnya. Ini dilakukan karena Kyai Hasyim menolak melakukan seikerei. Yaitu kewajiban berbaris dan membungkukkan badan ke arah Tokyo setiap pukul 07.00 pagi, sebagai simbol penghormatan kepada Kaisar Hirohito dan ketaatan kepada Dewa Matahari (Amaterasu Omikami). Aktivitas ini juga wajib dilakukan oleh seluruh warga di wilayah pendudukan Jepang, setiap kali berpapasan atau melintas di depan tentara Jepang.
Kyai Hasyim menolak aturan tersebut. Sebab hanya Allah lah yang wajib disembah, bukan manusia. Akibatnya, Kyai Hasyim ditangkap dan ditahan secara berpindah–pindah, mulai dari penjara Jombang, kemudian Mojokerto, dan akhirnya ke penjara Bubutan, Surabaya. Karena kesetiaan dan keyakinan bahwa Hadratus Syaikh berada di pihak yang benar, sejumlah santri Tebuireng minta ikut ditahan. Selama dalam tahanan, Kyai Hasyim mengalami banyak penyiksaan fisik sehingga salah satu jari tangannya menjadi patah tak dapat digerakkan.
Setelah penahanan Hadratus Syaikh, segenap kegiatan belajar-mengajar di Pesantren Tebuireng, Jombang vakum total. Penahanan itu juga mengakibatkan keluarga Hadratus Syaikh tercerai berai. Isteri Kyai Hasyim, Nyai Masruroh, harus mengungsi ke Pesantren Denanyar, barat Kota Jombang.
Tanggal 18 Agustus 1942, setelah 4 bulan dipenjara, Kyai Hasyim dibebaskan oleh Jepang karena banyaknya protes dari para Kyai dan santri. Selain itu, pembebasan Kyai Hasyim juga berkat usaha dari KH Wahid Hasyim dan KH Abdul Wahab Hasbullah dalam menghubungi pembesar-pembesar Jepang, terutama Saikoo Sikikan di Jakarta.
Tanggal 22 Oktober 1945, ketika tentara NICA (Netherland Indian Civil Administration) yang dibentuk oleh pemerintah Belanda membonceng pasukan Sekutu yang dipimpin Inggris, berusaha melakukan agresi ke tanah Jawa (Surabaya) dengan alasan mengurus tawanan Jepang, Kyai Hasyim bersama para ulama menyerukan Resolusi Jihad melawan pasukan gabungan NICA dan Inggris tersebut. Resolusi Jihad ditandatangani di kantor NU Bubutan, Surabaya. Akibatnya, meletuslah perang rakyat semesta dalam pertempuran 10 November 1945 yang bersejarah itu. Umat Islam yang mendengar Resolusi Jihad itu keluar dari kampung-kampung dengan membawa senjata apa adanya untuk melawan pasukan gabungan NICA dan Inggris. Peristiwa 10 Nopember kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Pada tanggal 7 Nopember 1945—tiga hari sebelum meletusnya perang 10 Nopember 1945 di Surabaya—umat Islam membentuk partai politik bernama Majelis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi). Pembentukan Masyumi merupakan salah satu langkah konsolidasi umat Islam dari berbagai faham. Kyai Hasyim diangkat sebagai Ro’is ‘Am (Ketua Umum) pertama periode tahun 1945-1947.
Selama masa perjuangan mengusir penjajah, Kyai Hasyim dikenal sebagai penganjur, penasehat, sekaligus jenderal dalam gerakan laskar-laskar perjuangan seperti GPII, Hizbullah, Sabilillah, dan gerakan Mujahidin. Bahkan Jenderal Soedirman dan Bung Tomo senantiasa meminta petunjuk kepada Kyai Hasyim.

Sekian dan Semoga Bermanfaat

Sejarah Nahdlatul Ulama dan Kebangsaan serta Komite Hijaz, Oleh MBAH HASYIM ASY'ARI

Assalamuallaikum , bagi sahabat muslim tanah air pasti akan mengenal Mbah Hasyim Asy'ari khususnya bagi kita Masyarakat Nu.

Jasa dan Karya Beliau !Jasa Bagi Ahlussunnah wal Jamaah:Komite Hijaz, sebagai Benteng Islam Tradisional

Sejarah Nahdlatul Ulama dan Kebangsaan serta Komite Hijaz


Kemampuannya dalam ilmu hadits, diwarisi dari gurunya, Syaikh Mahfudz At-Tarmasi di Mekkah. Selama 7 tahun Hasyim berguru kepada Syaikh ternama asal Pacitan, Jawa Timur itu. Disamping Syaikh Mahfudh, Hasyim juga menimba ilmu kepada Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau. Kepada dua guru besar itu pulalah Kyai Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, berguru. Jadi, antara KH Hasyim Asy’ari dan KH Ahmad Dahlan sebenarnya tunggal guru.
Yang perlu ditekankan, saat Hasyim belajar di Mekkah, Muhammad Abduh sedang giat-giatnya melancarkan gerakan pembaharuan pemikiran Islam. Dan sebagaimana diketahui, buah pikiran Abduh itu sangat mempengaruhi proses perjalanan ummat Islam selanjutnya. Sebagaimana telah dikupas Deliar Noer, ide-ide reformasi Islam yang dianjurkan oleh Abduh yang dilancarkan dari Mesir, telah menarik perhatian santri-santri Indonesia yang sedang belajar di Mekkah. Termasuk Hasyim tentu saja. Ide reformasi Abduh itu ialah pertama mengajak ummat Islam untuk memurnikan kembali Islam dari pengaruh dan praktek keagamaan yang sebenarnya bukan berasal dari Islam. Kedua, reformasi pendidikan Islam di tingkat universitas; dan ketiga, mengkaji dan merumuskan kembali doktrin Islam untuk disesuaikan dengan kebutuhan-kebutuhan kehidupan modern; dan keempat, mempertahankan Islam. Usaha Abduh merumuskan doktrin-doktrin Islam untuk memenuhi kebutuhan kehidupan modern pertama dimaksudkan agar supaya Islam dapat memainkan kembali tanggung jawab yang lebih besar dalam lapangan sosial, politik dan pendidikan. Dengan alasan inilah Abduh melancarkan ide agar ummat Islam melepaskan diri dari keterikatan mereka kepada pola pikiran para mazhab dan agar ummat Islam meninggalkan segala bentuk praktek tarekat. Syaikh Ahmad Khatib mendukung beberapa pemikiran Abduh, walaupun ia berbeda dalam beberapa hal. Beberapa santri Syaikh Khatib ketika kembali ke Indonesia ada yang mengembangkan ide-ide Abduh itu. Di antaranya adalah KH Ahmad Dahlan yang kemudian mendirikan Muhammadiyah. Tidak demikian dengan Hasyim. Ia sebenarnya juga menerima ide-ide Abduh untuk menyemangatkan kembali Islam, tetapi ia menolak pikiran Abduh agar ummat Islam melepaskan diri dari keterikatan mazhab. Ia berkeyakinan bahwa adalah tidak mungkin untuk memahami maksud yang sebenarnya dari ajaran-ajaran Al Qur’an dan Hadist tanpa mempelajari pendapat-pendapat para ulama besar yang tergabung dalam sistem mazhab. Untuk menafsirkan Al Qur’an dan Hadist tanpa mempelajari dan meneliti buku-buku para ulama mazhab hanya akan menghasilkan pemutarbalikan saja dari ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya, demikian tulis Dhofier. Dalam hal tarekat, Hasyim tidak menganggap bahwa semua bentuk praktek keagamaan waktu itu salah dan bertentangan dengan ajaran Islam. Hanya, ia berpesan agar ummat Islam berhati-hati bila memasuki kehidupan tarekat. Dalam perkembangannya, benturan pendapat antara golongan bermazhab yang diwakili kalangan pesantren (sering disebut kelompok tradisional), dengan yang tidak bermazhab (diwakili Muhammadiyah dan Persis, sering disebut kelompok modernis) itu memang kerap tidak terelakkan. Puncaknya adalah saat Konggres Al Islam IV yang diselenggarakan di Bandung. Konggres itu diadakan dalam rangka mencari masukan dari berbagai kelompok ummat Islam, untuk dibawa ke Konggres Ummat Islam di Mekkah.
Karena aspirasi golongan tradisional tidak tertampung (di antaranya: tradisi bermazhab agar tetap diberi kebebasan, terpeliharanya tempat-tempat penting, mulai makam Rasulullah sampai para sahabat) kelompok ini kemudian membentuk Komite Hijaz. Komite yang dipelopori KH Abdul Wahab Hasbullah ini bertugas menyampaikan aspirasi kelompok tradisional kepada penguasa Arab Saudi. Atas restu Kyai Hasyim, Komite inilah yang pada 31 Februari l926 menjelma jadi Nahdlatul Ulama (NU) yang artinya kebangkitan ulama.
Setelah NU berdiri posisi kelompok tradisional kian kuat. Terbukti, pada 1937 ketika beberapa ormas Islam membentuk badan federasi partai dan perhimpunan Islam Indonesia yang terkenal dengan sebuta MIAI (Majelis Islam A’la Indonesia) Kyai Hasyim diminta jadi ketuanya. Ia juga pernah memimpin Masyumi, partai politik Islam terbesar yang pernah ada di Indonesia.
Penjajahan panjang yang mengungkung bangsa Indonesia, menggugah kesadaran kaum terpelajar untuk memperjuangkan martabat bangsa, melalui jalan pendidikan dan organisasi. Pada tahun 1908 muncul sebuah gerakan yang kini disebut Gerakan Kebangkitan Nasional. Semangat Kebangkitan Nasional terus menyebar ke mana-mana, sehingga muncullah berbagai organisai pendidikan, sosial, dan keagamaan, diantaranya Nahdlatul Wathan (Kebangkitan Tanah Air) tahun 1916, dan Taswirul Afkar tahun 1918 (dikenal juga dengan Nahdlatul Fikri atau Kebangkitan Pemikiran). Dari situ kemudian didirikan Nahdlatut Tujjar (Pergerakan Kaum Saudagar). Serikat itu dijadikan basis untuk memperbaiki perekonomian rakyat.
Dengan adanya Nahdlatul Tujjar, maka Taswirul Afkar tampil sebagi kelompok studi serta lembaga pendidikan yang berkembang sangat pesat dan memiliki cabang di beberapa kota. Tokoh utama dibalik pendirian tafwirul afkar adalah, KH Abdul Wahab Hasbullah (tokoh muda pengasuh PP. Bahrul Ulum Tambakberas), yang juga murid hadratus Syaikh. Kelompok ini lahir sebagai bentuk kepedulian para ulama terhadap tantangan zaman di kala itu, baik dalam masalah keagamaan, pendidikan, sosial, dan politik.
Pada masa itu, Raja Saudi Arabia, Ibnu Saud, berencana menjadikan madzhab Salafi-Wahabi sebagai madzhab resmi Negara. Dia juga berencana menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam yang selama ini banyak diziarahi kaum Muslimin, karena dianggap bid’ah.
Di Indonesia, rencana tersebut mendapat sambutan hangat kalangan modernis seperti Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang menghormati keberagaman, menolak dengan alasan itu adalah pembatasan madzhab dan penghancuran warisan peradaban itu. Akibatnya, kalangan pesantren dikeluarkan dari keanggotaan Kongres Al Islam serta tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu’tamar ‘Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah, yang akan mengesahkan keputusan tersebut.
Didorong oleh semangat untuk menciptakan kebebasan bermadzhab serta rasa kepedulian terhadap pelestarian warisan peradaban, maka Kyai Hasyim bersama para pengasuh pesantren lainnya, membuat delegasi yang dinamai Komite Hijaz. Komite yang diketuai KH Abdul Wahab Hasbullah ini datang ke Saudi Arabia dan meminta Raja Ibnu Saud untuk mengurungkan niatnya. Pada saat yang hampir bersamaan, datang pula tantangan dari berbagai penjuru dunia atas rencana Ibnu Saud, sehingga rencana tersebut digagalkan. Hasilnya, hingga saat ini umat Islam bebas melaksanakan ibadah di Mekah sesuai dengan madzhab masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.
Mendirikan Nahdlatul Ulama
Tahun 1924, kelompok diskusi Taswirul Afkar ingin mengembangkan sayapnya dengan mendirikan sebuah organisasi yang ruang lingkupnya lebih besar. Hadratus Syaikh KH. Hasyim Asy’ari yang dimintai persetujuannya, meminta waktu untuk mengerjakan salat istikharah, menohon petunjuk dari Allah.
Dinanti-nanti sekian lama, petunjuk itu belum datang juga. Kyai Hasyim sangat gelisah. Dalam hati kecilnya ingin berjumpa dengan gurunya, KH Kholil bin Abdul Latif, Bangkalan.
Sementara nun jauh di Bangkalan sana, Kyai Khalil telah mengetahui apa yang dialami Kyai Hasyim. Kyai Kholil lalu mengutus salah satu orang santrinya yang bernama As’ad Syamsul Arifin (kelak KH R As’ad Syamsul Arifin menjadi pengasuh PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo), untuk menyampaikan sebuah tasbih kepada Kyai Hasyim di Tebuireng. Pemuda As’ad juga dipesani agar setiba di Tebuireng membacakan surat Thaha ayat 23 kepada Kyai Hasyim.
Ketika Kyai Hasyim menerima kedatangan As’ad, dan mendengar ayat tersebut, hatinya langsung bergentar. ”Keinginanku untuk membentuk jamiyah agaknya akan tercapai,” ujarnya lirih sambil meneteskan airmata.
Waktu terus berjalan, akan tetapi pendirian organisasi itu belum juga terealisasi. Agaknya Kyai Hasyim masih menunggu kemantapan hati.
Satu tahun kemudian (1925), pemuda As’ad kembali datang menemui Hadratus Syaikh. ”Kyai, saya diutus oleh Kyai Kholil untuk menyampaikan tasbih ini,” ujar pemuda Asad sambil menunjukkan tasbih yang dikalungkan Kyai Kholil di lehernya. Tangan As’ad belum pernah menyentuh tasbih sersebut, meskipun perjalanan antara Bangkalan menuju Tebuireng sangatlah jauh dan banyak rintangan. Bahkan ia rela tidak mandi selama dalam perjalanan, sebab khawatir tangannya menyentuh tasbih. Ia memiliki prinsip, ”kalung ini yang menaruh adalah Kyai, maka yang boleh melepasnya juga harus Kyai”. Inilah salah satu sikap ketaatan santri kepada sang guru.
”Kyai Kholil juga meminta untuk mengamalkan wirid Ya Jabbar, Ya Qahhar setiap waktu,” tambah As’ad.
Kehadiran As’ad yang kedua ini membuat hati Kyai Hasyim semakin mantap. Hadratus Syaikh menangkap isyarat bahwa gurunya tidak keberatan jika ia bersama kawan-kawannya mendirikan organisai/jam’iyah. Inilah jawaban yang dinanti-nantinya melalui salat istikharah.
Sayangnya, sebelum keinginan itu terwujud, Kyai Kholil sudah meninggal dunia terlebih dahulu.
Pada tanggal 16 Rajab 1344 H/31 Januari 1926M, organisasi tersebut secara resmi didirikan, dengan nama Nahdhatul Ulama’, yang artinya kebangkitan ulama. Kyai Hasyim dipercaya sebagai Rais Akbar pertama. Kelak, jam’iyah ini menjadi organisasi dengan anggota terbesar di Indonesia, bahkan di Asia.
Sebagaimana diketahui, saat itu (bahkan hingga kini) dalam dunia Islam terdapat pertentangan faham, antara faham pembaharuan yang dilancarkan Muhammad Abduh dari Mesir dengan faham bermadzhab yang menerima praktek tarekat. Ide reformasi Muhammad Abduh antara lain bertujuan memurnikan kembali ajaran Islam dari pengaruh dan praktek keagamaan yang bukan berasal dari Islam, mereformasi pendidikan Islam di tingkat universitas, dan mengkaji serta merumuskan kembali doktrin Islam untuk disesuaikan dengan kebutuhan kehidupan modern. Dengan ini Abduh melancarakan ide agar umat Islam terlepas dari pola pemikiran madzhab dan meninggalkan segala bentuk praktek tarekat.
Semangat Abduh juga mempengaruhi masyarakat Indonesia, kebanyakan di kawasan Sumatera yang dibawa oleh para mahasiswa yang belajar di Mekkah. Sedangkan di Jawa dipelopori oleh KH. Ahmad Dahlan melalui organisasi Muhammadiyah (berdiri tahun 1912).
Kyai Hasyim pada prinsipnya menerima ide Muhammad Abduh untuk membangkitkan kembali ajaran Islam, akan tetapi menolak melepaskan diri dari keterikatan madzhab. Sebab dalam pandangannya, umat Islam sangat sulit memahami maksud Al Quran atau Hadits tanpa mempelajari kitab-kitab para ulama madzhab. Pemikiran yang tegas dari Kyai Hasyim ini memperoleh dukungan para Kyai di seluruh tanah Jawa dan Madura. Kyai Hasyim yang saat itu menjadi ”kiblat” para Kyai, berhasil menyatukan mereka melalui pendirian Nahdlatul Ulama’ ini.
Pada saat pendirian organisasi pergerakan kebangsaan membentuk Majelis Islam ‘Ala Indonesia (MIAI), Kyai Hasyim dengan putranya KH Wahid Hasyim, diangkat sebagai pimpinannya (periode tahun 1937-1942).
Mendirikan Pesantren Tebuireng
Tahun 1899, Kyai Hasyim membeli sebidang tanah dari seorang dalang di Dukuh Tebuireng. Letaknya kira-kira 200 meter sebelah Barat Pabrik Gula Cukir, pabrik yang telah berdiri sejak tahun 1870. Dukuh Tebuireng terletak di arah timur Desa Keras, kurang lebih 1 km. Di sana beliau membangun sebuah bangunan yang terbuat dari bambu (Jawa: tratak) sebagai tempat tinggal.
Dari tratak kecil inilah embrio Pesantren Tebuireng dimulai. Kyai Hasyim mengajar dan salat berjamaah di tratak bagian depan, sedangkan tratak bagian belakang dijadikan tempat tinggal. Saat itu santrinya berjumlah 8 orang, dan tiga bulan kemudian meningkat menjadi 28 orang.
Setelah dua tahun membangun pesantren Tebuireng, Jombang, Kyai Hasyim kembali harus kehilangan istri tercintanya, Nyai Khodijah. Saat itu perjuangan mereka sudah menampakkan hasil yang menggembirakan.
Kyai Hasyim kemudian menikah kembali dengan Nyai Nafiqoh, putri Kyai Ilyas, pengasuh Pesantren Sewulan Madiun. Dari pernikahan ini Kyai Hasyim dikaruniai 10 anak, yaitu: (1) Hannah, (2) Khoiriyah, (3) Aisyah, (4) Azzah, (5) Abdul Wahid, (6) Abdul Hakim (Abdul Kholik), (7) Abdul Karim, (8) Ubaidillah, (9) Mashuroh, (10) Muhammad Yusuf.
Pada akhir dekade 1920an, Nyai Nafiqoh wafat sehingga Kyai Hasyim menikah kembali dengan Nyai Masruroh, putri Kyai Hasan, pengasuh Pondok Pesantren Kapurejo, Pagu, Kediri. Dari pernikahan ini, Kyai Hasyim dikarunia 4 orang putra-putri, yaitu: (1) Abdul Qodir, (2) Fatimah, (3) Khotijah, (4) Muhammad Ya’kub.
Jasa Bagi Indonesia.
Itulah kisah beliau kepada Indonesia dan Nahdlatul Ulama.

BIOGRAFI SANG KYAI MBAH HASYIM ASY'ARI.

Assalamualaikum wr.wb. sahabat jalan ampuh yang saya cintai kali ini saya akan berbagi biografi ulama besar NU. Berikut biografinya.
Kyai Haji Mohammadhadlratusy-syaikh-kh-muhammad-hasyim-asyari Hasyim Asy’ari, bagian belakangnya juga sering dieja Asy’ari atau Ashari, lahir 10 April 1875 (24 Dzulqaidah 1287H) dan wafat pada 25 Juli 1947; dimakamkan di Tebu Ireng, Jombang, adalah pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia.
Riwayat Keluarga
KH Hasyim Asy’ari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang). Hasyim adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Namun keluarga Hasyim adalah keluarga Kyai. Kakeknya, Kyai Utsman memimpin Pesantren Nggedang, sebelah utara Jombang. Sedangkan ayahnya sendiri, Kyai Asy’ari, memimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Dua orang inilah yang menanamkan nilai dan dasar-dasar Islam secara kokoh kepada Hasyim.
Silsilah Nasab
Merunut kepada silsilah beliau, melalui Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin) KH Hasyim Asy’ari memiliki garis keturunan sampai dengan Rasulullah dengan urutan lanjutan sebagai berikut:
Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin)
Abdurrohman / Jaka Tingkir (Sultan Pajang)
Abdul Halim (Pangeran Benawa)
Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda)
Abdul Halim
Abdul Wahid
Abu Sarwan
KH. Asy’ari (Jombang)
KH. Hasyim Asy’ari (Jombang)
Menurut catatan nasab Sa’adah BaAlawi Hadramaut, silsilah dari Sunan Giri (Raden Ainul Yaqin) merupakan keturunan Rasulullah SAW, yaitu sebagai berikut:
Husain bin Ali
Ali Zainal Abidin
Muhammad al-Baqir
Ja’far ash-Shadiq
Ali al-Uraidhi
Muhammad an-Naqib
Isa ar-Rumi
Ahmad al-Muhajir
Ubaidullah
Alwi Awwal
Muhammad Sahibus Saumiah
Alwi ats-Tsani
Ali Khali’ Qasam
Muhammad Shahib Mirbath
Alwi Ammi al-Faqih
Abdul Malik (Ahmad Khan)
Abdullah (al-Azhamat) Khan
Ahmad Syah Jalal (Jalaluddin Khan)
Jamaluddin Akbar al-Husaini (Maulana Akbar)
Maulana Ishaq
dan ‘Ainul Yaqin (Sunan Giri)
Pendidikan :
Sejak anak-anak, bakat kepemimpinan dan kecerdasan Hasyim memang sudah nampak. Di antara teman sepermainannya, ia kerap tampil sebagai pemimpin. Dalam usia 13 tahun, ia sudah membantu ayahnya mengajar santri-santri yang lebih besar ketimbang dirinya. Usia 15 tahun Hasyim meninggalkan kedua orang tuanya, berkelana memperdalam ilmu dari satu pesantren ke pesantren lain. Mula-mula ia menjadi santri di Pesantren Wonokoyo, Probolinggo. Kemudian pindah ke Pesantren PP Langitan, Widang, Tuban. Pindah lagi Pesantren Trenggilis, Semarang. Belum puas dengan berbagai ilmu yang dikecapnya, ia melanjutkan di Pesantren Kademangan, Bangkalan di bawah asuhan KH Cholil Bangkalan.
KH Hasyim Asyari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.
Tak lama di sini, Hasyim pindah lagi di Pesantren Siwalan, Sidoarjo. Di pesantren yang diasuh Kyai Ya’qub inilah, agaknya, Hasyim merasa benar-benar menemukan sumber Islam yang diinginkan. Kyai Ya’qub dikenal sebagai ulama yang berpandangan luas dan alim dalam ilmu agama. Cukup lama –lima tahun– Hasyim menyerap ilmu di Pesantren Siwalan. Dan rupanya Kyai Ya’qub sendiri kesengsem berat kepada pemuda yang cerdas dan alim itu. Maka, Hasyim bukan saja mendapat ilmu, melainkan juga istri. Ia, yang baru berumur 21 tahun, dinikahkan dengan Chadidjah, salah satu puteri Kyai Ya’qub. Tidak lama setelah menikah, Hasyim bersama istrinya berangkat ke Mekkah guna menunaikan ibadah haji. Tujuh bulan di sana, Hasyim kembali ke tanah air, sesudah istri dan anaknya meninggal.
Tahun 1893, ia berangkat lagi ke Tanah Suci. Sejak itulah ia menetap di Mekkah selama 7 tahun dan berguru pada Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau, Syaikh Mahfudz At-Tarmasi, Syaikh Ahmad Amin Al Aththar, Syaikh Ibrahim Arab, Syaikh Said Yamani, Syaikh Rahmaullah, Syaikh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As Saqqaf, dan Sayyid Husein Al Habsyi. Tahun l899 pulang ke Tanah Air, Hasyim mengajar di pesanten milik kakeknya, Kyai Usman. Tak lama kemudian ia mendirikan Pesantren Tebuireng, Jombang. Kyai Hasyim bukan saja Kyai ternama, melainkan juga seorang petani dan pedagang yang sukses. Tanahnya puluhan hektar. Dua hari dalam seminggu, biasanya Kyai Hasyim istirahat tidak mengajar. Saat itulah ia memeriksa sawah-sawahnya. Kadang juga pergi Surabaya berdagang kuda, besi dan menjual hasil pertaniannya. Dari bertani dan berdagang itulah, Kyai Hasyim menghidupi keluarga dan pesantrennya.
Silsilah Keilmuan
KH Muhammad Saleh Darat, Semarang
KH Cholil Bangkalan
Kyai Ya’qub, Sidoarjo
Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau
Syaikh Mahfudz At-Tarmasi
Syaikh Ahmad Amin Al Aththar
Syaikh Ibrahim Arab
Syaikh Said Yamani
Syaikh Rahmaullah
Syaikh Sholeh Bafadlal
Sayyid Abbas Al Maliki
Sayyid Alwi bin Ahmad As Segaf
Sayyid Husain Al Habsyi
Sayyid Sulthan Hasyim al-Daghistani
Sayyid Abdullah al-Zawawi
Sayyid Ahmad bin Hasan al-Atthas
Sayyid Abu Bakar Syatha al-Dimyathi
Memperoleh ijazah dari Habib Abdullah bin Ali Al Haddad
Penerus Beliau
(Murid) :
Ribuan santri menimba ilmu kepada Kyai Hasyim dan setelah lulus dari pesantren Tebuireng, Jombang, tak sedikit di antara santri Kyai Hasyim kemudian tampil sebagai tokoh dan ulama kondang dan berpengaruh luas, antara lain:
KH Abdul Wahab Hasbullah, Pesantren Tambak Beras, Jombang
KH Bisri Syansuri, Pesantren Denanyar, Jombang
KH R As’ad Syamsul Arifin
KH Wahid Hasyim (anaknya)
KH Achmad Shiddiq
Syekh Sa’dullah al-Maimani (mufti di Bombay, India)
Syekh Umar Hamdan (ahli hadis di Makkah)
Al-Syihab Ahmad ibn Abdullah (Syiria)
KH R Asnawi (Kudus)
KH Dahlan (Kudus)
KH Shaleh (Tayu)
(Keturunan)
Berikut disampaikan silsilah keturunan beliau sampai dengan tingkat cucu
Nyai Khodijah, istri pertama yang merupakan putri dari Kyai Ya’qub, Sidoarjo. Meninggal dunia sewaktu Kyai Hasyim Asy’ari menuntut ilmu di Mekkah
Nyai Nafiqoh, istri kedua, setelah istri pertama wafat, yaitu putri dari Kyai Ilyas, pengasuh Pesantren Sewulan Madiun.
Putra-putri dari Nyai Nafiqoh
(1) Hannah
(2) Khoiriyah
(3) Aisyah
(4) Azzah
(5) Abdul Wahid atau sering juga dipanggil sebagai Wahid Hasyim
(6) Abdul Hakim (Abdul Kholik)
(7) Abdul Karim
(8) Ubaidillah
(9) Mashuroh
(10) Muhammad Yusuf
Nyai Masruroh, istri ketiga, setelah istri kedua wafat, yaitu putri dari Kyai Hasan, pengasuh pengasuh Pondok Pesantren Kapurejo, Pagu, Kediri. Dari pernikahan ini, Kyai Hasyim dikarunia 4 orang putra-putri, yaitu:
(1) Abdul Qodir
(2) Fatimah
(3) Khotijah
(4) Muhammad Ya’kub

Itulah biografi sang kyai, semoga bermanfaat bagi kita aamiin. Jika ada kata_kata yang kurang berkenan mohon di maafkan.

July 02, 2016

BACA Sahabat muslim. Bagaimana Kerja Saraf Kita saat Berbuka Puasa?

Berbuka puasa adalah salah satu yang di tunggu bagi orang berpuasa setelah menahan hawa nafsu makan, minum dan juga syahwat mereka sehari penuh, berikut cara syaraf  berkerja saat berbuka puasa

Saat berbuka puasa, kita terasa sangat nikmat menyantap hidangan berbuka yang sudah di hadapan kita. Mengapa? Karena Allah memberi indra pengecap yakni lidah. Para ahli saraf berpendapat, terdapat jutaan sel pengecap di lidah manusia dan yang unik adalah setiap sel bertugas menangkap setiap rasa secara "khusus" dari ratusan rasa yang ada. Itulah yang menerangkan kenapa ibu-ibu bisa memberi komentar kurang garam atau kurang merica setelah mencicipi makanan.

Di area lidah ada lokasi tersendiri untuk rasa yang berbeda, seperti rasa manis dirasakan lidah depan, rasa pahit dirasakan lidah belakang dan lainnya. Dan yang menakjubkan, area untuk rasa manis paling luas di seluruh lidah.

Itulah mengapa saat berbuka puasa disunnahkan untuk makanan yang manis seperti kurma, selain agar cepat dimetabolisme menjadi tenaga, juga agar memberikan "kenikmatan lebih" bagi yang berpuasa, dan satu salah kemurahan dari Allah SWT kepada hamba-Nya yang sedang puasa.

Selain lidah, indra pengecapan dibantu oleh indra pembau yang ada di rongga hidung. Ada jutaan sel khusus yang bertugas menangkap seluruh bau yang ada, bahkan masih banyak sel pembau yang tersisa yang disiapkan Allah yang belum dipakai manusia. Keduanya (indra pengecap dan pembau) bekerja sama menyalurkan impuls ke otak agar saat menyantap makanan berbuka terasa lebih nikmat.

Namun setelah beberapa suap makanan atau mendekati keyang, indra pengecap dan pembau menurunkan sinyal ke otak dan ini disebut "feed back mechanism", ditandai dengan tanda "berkurangnya rasa lezat" dalam lidah dan rasa mulai penuh dalam lambung. Saat itu seharusnya kita segera menghentikan aktivitas makan sesuai anjuran rasul (dan demi kesehatan).

Akan tetapi, sering kali kita kehilangan kontrol diri dan terus makan sampai kekenyangan. Bahkan hingga malas shalat terawih akibat kekenyangan. Bukankah hakikat puasa adalah berlatih menahan diri (imsak) dan berlatih berbagi sesama? Lalu ke mana makna puasa saat kita berbuka bila berbuka tanpa sunnah rasul? Maka sesungguhnya ada "puasa" di balik nikmatnya berbuka puasa .

Selamat berbuka puasa (sesuai sunnah)

NAH  sekarang sudah tahukan, jadi jika kita berbuka puasa makanlah secukupnya agar bisa mengerjakan ibadah lainnya,

July 01, 2016

Mari Ikuti Cara Rasulullah SAW Temukan malam Lailatul Qadar,

ASSALAMUALAIKUM WR.WB. saahabat muslimim yang insya allah di rahmati ALLAH, kali ini saya akan berbagi betapa DAHSYATNYA MALAM LAYTAUL QADAR di bulan Ramadhan ini, tidak terasa suadah di akhir penghujung bulan Ramadhan, apakah puasa kita di hariyang lalu sudah sempura puasanya, tentu jika jika puasa kita ingin lebih sempurna pabila kita mengerjakan malam-malam ganjil di akhir bulan Ramadhan insya Allah akan ada kesempuraan yang kita perolah,

Tidak terasa ternyata sudah hampir akhir ibadah puasa kita lalui. Itu artinya sebentar lagi bulan Ramadhan akan meninggalkan kita. Belum tentu di tahun berikutnya, kita mendapati kesempatan yang sama, yaitu mengerjakan puasa di siang hari dan diberi kesehatan untuk menyemarakkan malamnya dengan beribadah. Maka dari itu, gunakanlah sisa waktu Ramadhan ini dengan sebaik-baik mungkin. Perbanyaklah beribadah dan amal saleh.

Menjelang akhir bulan Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah,

كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر شد مئزره وأحيا ليله وأيقظ أهله

Artinya, “Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Berdasarkan hadits ini, dapat disimpulkan bahwa sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang terbaik untuk beribadah. Sebagian ulama mengatakan, Rasulullah SAW meningkatkan kesungguhannya beribadah pada sepuluh malam terakhir dibandingkan malam sebelumnya.

Menurut Ibnu Bathal, hadits ini menginformasikan kepada kita bahwa malam lailatul qadar terdapat pada sepuluh malam terkahir Ramadhan. Karenanya, Rasulullah SAW lebih fokus beribadah pada malam tersebut dan menganjurkan umatnya untuk melanggengkan ibadah di malam sepuluh terakhir.

Karena kita tidak tahu secara pasti kapan terjadinya malam lailatul qadar, usahakan setiap malam di sepuluh terakhir diisi dengan memperbanyak ibadah. Usahakan tidak ada satu malam pun yang tidak dihiasi dengan ibadah, supaya malam lailatul qadar tidak terlewatkan. Semoga kita diberi kesempatan untuk bertemu dengan malam terbaik itu. Wallahu a’lam.

Mari perbanyak ibadah kita di bulan yang penuh berkah ini, karena belum tentu kita bisa bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya "TOH" maka gunakanlah sebaik-baiknya agar kita mendapatkan keberkahannya AAMIIN.

Hukum Konsumsi Pil Tunda Menstruasi agar Bisa Berpuasa, silakan di bcaa kaum wanita

Assalamu ‘alaikum wr. wb.  Sahabat ku yang aku cintai saya akan berbagi yang insya allah bermanfaat bagi anda yang mem,baca artikel ini.

Pengasuh rubrik Bahtsul Masail NU Online yang terhormat, saya Aminah. Waktu saya remaja dahulu, belum ada obat-obatan yang mengatur siklus menstruasi. Sementara sekarang ini saya dengar banyak remaja putri dan sebagian ibu muda menggunakan pil khusus yang mengatur siklus menstruasi mereka untuk kepentingan berpuasa Ramadhan. Mohon keterangannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Aminah/Sulawesi Selatan)

Jawaban
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya dan pembaca yang budiman. Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada kita semua. Puasa Ramadhan merupakan kewajiban yang disyariatkan oleh Islam. Tetapi kewajiban ini bersyarat bagi mereka yang suci dari haidh atau menstruasi. Untuk itu mereka yang tengah mengalami menstruasi haram berpuasa. Tetapi ia mesti mengqadha utang puasanya di luar bulan puasa.

Perihal konsumsi obat-obatan dan ramuan sejenisnya untuk mengatur siklus menstruasi ini belum menjadi perbincangan para fuqaha di zaman dahulu. Kasus ini baru dibahas oleh para pakar fikih kontemporer.

Masalah ini setidaknya pernah dibahas oleh Guru Besar Ushul Fiqh di Fakultas Syariah dan Hukum di Thantha, Mesir, Prof Dr Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi. Menurut Ibrahim Al-Hafnawi, menstruasi merupakan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kalangan wanita. Karenanya seorang  muslimah tidak menanggung dosa ketika ia tidak berpuasa saat menstruasi. Ia wajib mengganti utang puasa itu di luar bulan suci Ramadhan. Inilah yang dilakukan muslimah-muslimah di zaman dahulu. Hal ini sejalan dengan fithrah yang ditakdirkan Allah SWT bagi kalangan perempuan.

Adapun agama Islam tidak melarang perempuan mengonsumsi pil penunda menstruasi agar mereka dapat mengikuti ibadah puasa Ramadhan. Pasalnya tidak ada dalil spesifik dari Al-Quran, hadits, ijmak, maupun qiyas yang melarang konsumsi pil tersebut.

Ibrahim Al-Hafnawi secara jelas mengatakan dalam buku kumpulan fatwanya sebagai berikut.

وتناول هذه الحبوب لأجل الصوم ليس ممنوعا شرعا، لأنه لا يوجد دليل على المنع، اللهم إلا إذا ثبت أنه يلحق الضرر بالمرأة لقوله صلى الله عليه وسلم لا ضرر ولا ضرار. ففي هذه الحالة يحرم تناولها. لذلك فمن الأفضل عند إرادة تناولها مشاورة طبيب مختص، إلا إذا كانت معتادة عليها، ولا يلحقها ضرر بسببها. والله أعلم.

Artinya, “Mengonsumsi pil (untuk menunda menstruasi) agar dapat memenuhi syarat puasa tidak dilarang menurut hukum syara’ (agama) karena memang tidak terdapat dalil yang melarang. Lain soal kalau konsumsi pil itu membahayakan kesehatannya, maka konsumsi itu jelas dilarang berdasarkan hadits Rasulullah SAW, ‘Tidak boleh ada mudharat dan memudharatkan’. Dalam kondisi mudharat seperti ini, menelan pil itu menjadi haram. Karena itu ada baiknya kalau ingin mengonsumsi pil (penunda menstruasi), perempuan itu berkonsultasi dengan ahli medis spesialis. Lain ceritanya kalau konsumsi pil itu sudah menjadi kebiasaannya saat (Ramadhan tiba) dan tidak membahayakan kesehatannya,” (Lihat Prof Dr Muhammad Ibrahim Al-Hafnawi, Fatawa Syar’iyyah Mua’shirah, Darul Hadits, Kairo, Halaman 280).

Keterangan Ibrahim Al-Hafnawi di atas cukup jelas menyebutkan kebolehan hukum mengonsumsi pil penunda menstruasi dengan catatan tidak membahayakan kesehatan yang bersangkutan. Hanya saja Al-Hafnawi menyarankan agar mereka yang ingin mengonsumsi pil melakukan konsultasi kepada dokter spesialis di bidang ini.

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.


Semoga artikel ini bisa membantu anda yang masih bertanya-tanya
 
SUMBER :  http://www.nu.or.id/post/read/69434/hukum-konsumsi-pil-tunda-menstruasi-agar-bisa-berpuasa

June 29, 2016

30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM

Assalamuallaikum sahabat Jalanampuh. Selamat siang, gimana puasanya yang sudah memasuki hari 24 semoga puasa kita lancar yaah aamiin, kali ini saya akan berbagi yang insya allah bermanfaat bagi kita maupun orang lain, yang akan saya bagikan adalah 30orang pertama dalam islam siapa saja beliau-beliau itu,  berikut rangkumannya yang Jalanampuh siapkan.



1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS.
2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS.
3. Orang yang pertama berkhatan : Nabi Ibrahim AS.
4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS.
5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS.
6. Orang yang pertama mengerjakan saie antara Safa dan Marwah : Sayyidatina Hajar (Ibu Nabi Ismail AS).
7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW.
8. Orang yang pertama menjadi khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA.
9. Orang yang pertama menggunakan tarikh hijrah : Umar bin Al-Khattab RA.
10. Orang yang pertama meletakkah jawatan khalifah dalam Islam : Al-Hasan bin Ali RA.
11. Orang yang pertama menyusukan Nabi SAW : Thuwaibah RA.
12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Al-Harith bin Abi Halah RA.
13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat RA.
14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash RA.
15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas RA.
16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan melaungkan adzan: Bilal bin Rabah RA.
17. Orang yang pertama bersembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib RA.
18. Orang yang pertama membuat minbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary RA.
19. Orang yang pertama menghunuskan pedang dalam perjuangan fisabilillah : Az-Zubair bin Al-Awwam RA.
20. Orang yang pertama menulis sirah Nabi SAW : Ibban bin Othman bin Affan RA.
21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah binti Khuwailid RA.
22. Orang yang pertama mengasaskan usul fiqh : Imam Syafei RH.
23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib RA.
24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan RA.
25. Orang yang pertama membuat perpustakaan awam : Harun Ar-Rasyid RH.
26. Orang yang pertama mengadakan baitul mal : Umar Al-Khattab RA.
27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an selepas Rasulullah SAW : Ali bn Abi Tholib RA.
28. Orang yang pertama membina menara di Masjidil Haram Mekah : Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur RH.
29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair RA.
30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.
.
Semoga bermanfaat dan menambah ilmu wawasan kita tentang islam, Dan semoga kita mendapat syafaat-Nya aamiin.

UNTUK YANG LAGI MENCARI JODOH BACA ARTIKEL INI. . ? Bagimu Yang Sedang Memperbaiki Diri, Berbahagialah! ALLAH Sedang Menyiapkan Jodoh Yang Baik & Sebanding Denganmu.

Assalamuallaiku WR. WB.  Sahabat Jalanampuh. Sering kali saya mendengar dan melihat mereka yang mengeluhkan JODOHNYA karena belum juga  terjawab, sebenarnya Jodoh, pati, rezeki ALLAH lah yang menentukannya,

Kegagalan masa lalu hanya cara Allah agar kita jadi pribadi yang lebih baik di hari ini.
Janganlah bersedih!
Saat kita sadar bahwa ada kekurangan pada diri kita, maka janganlah hanya berdiam saja!
Perbaiki dan layakkan dirimu untuk dia di masa depanmu.
Kamu yang sedang memperbaiki dirimu, pasti akan bertemu dia yang juga berusaha melayakkan dirinya.
Karena, bukankah jodoh adalah cerminan diri?
Maka, janganlah bersedih dan berputus asa, tersenyum dan teruslah layakkan dirimu.
Hingga saatnya kau dan ia akan saling menemukan dan menghargai karena sama-sama berusaha menjadi yang terbaik dan saling mencintai.
.
Tak ada yang salah dengan masa lalumu yang mungkin pernah diwarnai dengan tinta hitam. Itu hanyalah bagian dari cara Allah untuk melayakkan mu sebelum bertemu dengan kekasih sesungguhnya.
.
Saudaraku, semoga Allah memberimu pasangan terbaik, yang kan bersanding denganmu samapai ujung usia dan di akhirat-Nya. Hingga akhirnya, engkau bisa bersyukur karena menemukannya yang bisa melengkapimu sebagai pasangan di semua rasa, sebagai saudara untuk mengingatkan, dan sebagai sahabat untuk berbagi cerita. Ya, ia yang terbaik, yang telah dipersiapkan Allah.
Semoga.

Demikian yang saya bisa berbagi di bulan Ramahdan ini yang insya Allah penuh keberkahan. Toh" sekarang jangan sering mengeluh karena belum bertemu jodohnya ya Guys, dari pada mengeluh mending kita mendekatkan diri kita kepada Allah Swt.